Hidupku sebagai anjing Inukai-san adalah sebuah petualangan yang tak terlupakan, penuh dengan kegembiraan, tantangan, dan kasih sayang yang tak terhingga. Setiap hari bersama Inukai-san adalah sebuah hadiah, sebuah pengalaman yang terus membentuk kepribadianku sebagai seekor Golden Retriever bernama Kiko. Pagi hari selalu dimulai dengan kecupan hangat dari Inukai-san dan sepiring penuh makanan anjing yang lezat. Aroma daging dan nasi selalu membangkitkan semangatku untuk memulai hari yang baru.
Inukai-san, seorang wanita muda yang baik hati dan penyayang, memperlakukan aku bukan hanya sebagai hewan peliharaan, tetapi sebagai anggota keluarga sejati. Dia selalu meluangkan waktu untuk bermain denganku, mengajakku berjalan-jalan di taman, dan bahkan mengajakku untuk ikut serta dalam aktivitas sehari-harinya. Kami sering menghabiskan waktu bersama di sofa, menonton televisi, atau hanya sekadar berpelukan sambil menikmati kehangatan satu sama lain.
Salah satu hal yang paling kusukai adalah rutinitas harian kami yang konsisten. Setiap hari, jadwalnya hampir sama: bangun pagi, makan, bermain, jalan-jalan, makan siang, tidur siang, bermain lagi, makan malam, dan akhirnya tidur malam. Konsistensi ini membuatku merasa aman dan nyaman. Aku tahu apa yang diharapkan, dan aku tahu Inukai-san selalu ada untukku, siap memberikan kasih sayang dan perhatian.
Namun, kehidupan bukanlah selalu tentang hal-hal yang mudah. Terkadang, aku menghadapi tantangan. Saat Inukai-san sibuk bekerja, aku harus menghabiskan waktu sendirian di rumah. Awalnya, aku merasa cemas dan kesepian, tetapi lama-kelamaan, aku belajar untuk menghibur diri sendiri. Aku mengunyah tulang kesukaanku, tidur di tempat tidur anjingku yang nyaman, dan menunggu dengan sabar kepulangan Inukai-san.
Ada kalanya aku juga membuat kesalahan. Pernah sekali, aku tidak sengaja mengunyah sepatu kesayangan Inukai-san. Aku tahu aku telah melakukan kesalahan besar, dan aku bisa merasakan kekecewaan di matanya. Namun, Inukai-san tidak pernah memarahiku dengan keras. Dia hanya menegurku dengan lembut dan mengajariku untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Dari situ, aku belajar untuk lebih berhati-hati dan bertanggung jawab.
Ikatan antara aku dan Inukai-san sangat kuat. Aku merasakan kasih sayang dan cinta yang tulus darinya, dan aku selalu berusaha membalasnya dengan kesetiaanku. Aku menjilati wajahnya setiap pagi, mengikuti kemanapun dia pergi, dan selalu berusaha untuk membuatnya bahagia. Melihat senyumnya adalah hadiah terbesar dalam hidupku.
