Dunia Inkheart, sebuah dunia di mana kata-kata memiliki kekuatan luar biasa, telah memikat imajinasi banyak pembaca selama bertahun-tahun. Novel karya Cornelia Funke ini, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama, telah berhasil mengukuhkan posisinya sebagai salah satu karya sastra fantasi terbaik. Kisah petualangannya yang penuh keajaiban, karakter-karakter yang kompleks, dan plot yang menegangkan, telah membuat Inkheart menjadi bacaan yang tak terlupakan bagi berbagai kalangan usia. Lebih dari sekadar cerita fantasi, Inkheart menawarkan eksplorasi mendalam tentang kekuatan kata-kata, tanggung jawab, dan hubungan rumit antara dunia nyata dan dunia fantasi yang tercipta dari tinta dan imajinasi.
Novel Inkheart menceritakan kisah Meggie Folchart, seorang gadis muda yang memiliki ayah, Mortimer Folchart, seorang pencuri buku yang unik. Mortimer memiliki kemampuan luar biasa, yaitu kemampuan untuk menghidupkan karakter dari buku-buku yang ia baca dengan lantang. Kemampuan ini dikenal sebagai ‘Inkheart,’ yang menjadi judul dari novel ini sendiri. Kemampuan yang ajaib sekaligus berbahaya ini akan membawa Meggie dan ayahnya ke dalam petualangan yang penuh tantangan dan misteri, di mana garis antara kenyataan dan fiksi menjadi semakin kabur.
Dalam petualangannya, Meggie dan ayahnya akan berhadapan dengan berbagai karakter yang muncul dari halaman-halaman buku, mulai dari karakter yang baik hati hingga karakter jahat yang mengancam keselamatan mereka. Salah satu karakter yang paling ikonik dan penting dalam novel ini adalah Capricorn, penjahat utama yang memiliki kekuatan dan pengaruh yang sangat besar. Kehadiran Capricorn menambah lapisan ketegangan dan misteri yang menyelimuti cerita Inkheart, menciptakan dinamika yang kompleks dan penuh intrik.
